Jurnalis-jurnalis Meksiko, memakai alat pelindung diri di tengah pandemi COVID-19, meliput demonstrasi para pekerja administrasi di Rumah Sakit Umum Balbuena di Kota Meksikopada 16 April 2020. (AFP/Pedro Pardo)

Petunjuk Keselamatan CPJ: Peliputan wabah virus corona

Diperbarui 20 Mei 2020

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah COVID-19 (virus corona) sebagai pandemi pada 11 Maret, 2020. Meskipun jumlah kasus baru yang tercatat terus meningkat secara global, menurut WHO, banyak negara yang sekarang mengalami penurunan stabil tingkat infeksi, dan beberapa secara berangsur-angsur melonggarkan langkah-langkah karantina wilayah, menurut laporan The Guardian.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah COVID-19 (virus corona) sebagai pandemi pada 11 Maret 2020, dan jumlah kasus terus meningkat secara global, menurut WHO. John Hopkins University Coronavirus Resource Center adalah sumber yang aman dan dapat diandalkan untuk mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan wabah.

Jurnalis di seluruh dunia berperan penting dalam memberikan informasi kepada publik mengenai virus tersebut dan upaya-upaya pemerintah untuk menanggulanginya, meski ada usaha-usaha dari otoritas di beberapa negara untuk menindak keras pelaporan independen dan akses terhadap informasi, seperti yang didokumentasikan oleh CPJ. Para anggota media menghadapi tekanan dan ketegangan yang sangat besar, dan sering kali berpotensi terpapar infeksi karena bepergian, wawancara, dan lokasi tempat mereka bekerja, menurut wawancara-wawancara CPJ dengan para jurnalis. Para jurnalis menghadapi penyensoran, penahanan,  have faced censorship, detention, pelecehan fisik dan daring, dan kehilangan pendapatan akibat COVID-19, seperti yang disoroti laporan baru-baru ini dari CPJ.

Seiring berkembangnya situasi dan munculnya informasi baru, otoritas-otoritas terkait akan mengeluarkan saran kesehatan dan berita terkini mengenai wabah. Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai saran dan pembatasan terbaru, para jurnalis yang meliput wabah seyogianya memantau informasi dari WHO dan badan kesehatan publik lokal.

Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan wabah, Johns Hopkins University Coronavirus Resource Center adalah sumber yang aman dan dapat diandalkan.

TETAP AMAN DI LAPANGAN

Akibat pemberlakuan pembatasan perjalanan internasional secara luas, sebagian besar penugasan media dalam waktu dekat kemungkinan besar akan berbasis domestik. Semua penugasan kemungkinan besar akan berubah atau dibatalkan dengan sedikit atau tanpa pemberitahuan sama sekali, karena situasi yang bergerak begitu cepat dan berubah pesat di seluruh dunia.

Bagi mereka yang berencana meliput wabah COVID-19 sebaiknya pertimbangkan informasi keselamatan berikut:

Sebelum Penugasan

● Untuk meminimalisasi risiko pemaparan, dan di mana saja yang dimungkinkan, wawancara lebih baik terus dilakukan lewat telepon atau secara daring daripada bertemu secara fisik.

● Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di AS, orang lanjut usia dan mereka yang memiliki masalah kesehatan adalah kelompok berisiko tinggi. Jika Anda ada dalam kategori ini, Anda sebaiknya tidak terlibat dalam penugasan apa pun yang memungkinkan kontak langsung dengan masyarakat umum. Pertimbangan yang sama juga harus diberikan kepada pegawai yang sedang hamil.

● Saat memilih staf untuk peliputan apa pun mengenai pandemi COVID-19, manajemen media harus menyadari adanya serangan rasialis terhadap kebangsaan tertentu, seperti disoroti Sekretaris Jenderal PBB dan lembaga Human Rights Watch.

● Beberapa negara yang baru-baru ini telah menghapus langkah-langkah karantina wilayah telah memberlakukannya kembali, menurut laporan Business Insider. Diskusikan rencana tim manajemen untuk membantu dan mendukung Anda jika Anda jatuh sakit saat bertugas, dengan mempertimbangkan kemungkinan isolasi mandiri dan/atau dikurung dalam karantina/zona lockdown untuk periode perpanjangan waktu tertentu.

Kesejahteraan Psikologis

● Bahkan jurnalis paling berpengalaman pun mungkin mengalami hambatan psikologis saat melaporkan wabah COVID-19. Manajemen harus mengecek jurnalis mereka secara rutin untuk mengetahui bagaimana mereka menghadapi pandemi ini, dan menawarkan panduan dan dukungan jika dan ketika dibutuhkan.

● Anggota keluarga kemungkinan akan prihatin dan/atau stres jika Anda berencana meliput wabah COVID-19. Bicarakan risiko dan kecemasan ini dengan mereka. Jika diperlukan, para anggota keluarga dapat berkonsultasi dengan petugas medis di tempat kerja Anda.

● Para jurnalis telah mengatakan kepada CPJ bahwa ketika mereka melaporkan tentang COVID-19, bahkan keluarga dan teman-teman mereka mempertanyakan bahayanya, dan sering kali bereaksi negatif. Hal ini dapat menurunkan semangat.

● Pertimbangkan dampak psikologis potensial dari melakukan reportase di lokasi atau wilayah yang terimbas COVID-19, terutama jika meliput dari fasilitas medis atau isolasi, atau zona karantina. Sumber yang berguna bagi pekerja media yang meliput situasi traumatis dapat ditemukan di DART Center for Journalism and Trauma. Lihat halaman CPJ’s Emergencies untuk sumber-sumber mengenai keamanan eksternal, termasuk praktik-praktik kesehatan terbaik untuk para jurnalis yang meliput COVID-19.

Hindari Infeksi & Menginfeksi Orang Lain

Sebagian besar negara saat ini mempraktikkan pembatasan sosial/fisik. Jika meliput di lokasi dengan layanan-layanan darurat atau mengunjungi lokasi-lokasi berisiko tinggi seperti berikut ini, cari tahu terlebih dahulu mengenai pengelolaan kebersihan yang ada di sana. Jika ada keraguan, jangan datang ke tempat tersebut.

● Fasilitas perawatan kesehatan apa pun

● Rumah untuk lansia

● Rumah dengan orang yang sakit dan/atau lansia, orang dengan masalah kesehatan, atau kemungkinan ibu hamil.

● Kamar mayat, mortuarium, krematorium, atau rumah duka

● Zona karantina, isolasi, atau karantina wilayah

● Daerah permukiman urban yang padat (misalnya daerah kumuh atau favela)

● Kamp pengungsi

● Penjara atau rumah tahanan dengan kasus-kasus COVID-19

Rekomendasi-rekomendasi standar untuk menghindari infeksi termasuk:

● Menjaga jarak minimum setidaknya 2 meter dengan siapa pun. Anda terutama harus lebih berhati-hati di sekitar mereka yang menunjukkan tanda-tanda atau gejala penyakit pernafasan, seperti batuk dan bersin, dan/atau ketika mewawancarai lansia, mereka yang memiliki kondisi kesehatan sebelumnya, siapa pun yang dekat dengan orang-orang yang bergejala, petugas kesehatan yang merawat pasien COVID-19, atau pekerja di lokasi berisiko tinggi.

● Jangan berjabatan tangan dengan, memeluk, atau mencium siapa pun.

● Cobalah berdiri dengan sedikit menyamping dari subyek yang diwawancarai, jangan berhadap-hadapan. Selalu jaga jarak yang direkomendasikan yaitu 2 meter atau lebih.

● Cuci tangan secara rutin, secara benar, dan secara menyeluruh, selama paling tidak 20 detik setiap kali, menggunakan air hangat dan sabun. Pastikan tangan dikeringkan secara benar. Panduan mencuci dan mengeringkan tangan secara benar dapat dilihat di laman WHO.  

● Gunakan gel atau tisu anti-bakteri jika air hangat dan sabun tidak tersedia, tapi selalu cuci tangan dengan air hangat dan sabun setelahnya sesegera mungkin. (CDC merekomendasikan penggunaan hand sanitizer dengan kandungan alkohol lebih dari 60% etanol atau 70% isopropanol.) Jangan ganti kebiasaan mencuci tangan dengan penggunaan hand sanitizer.

Selalu tutupi mulut dan hidung saat batuk dan bersin. Jika batuk dan bersin dengan ditutupi tisu, buang segera tisu tersebut, dan segera mencuci tangan sesudahnya.

●Hindari menyentuh wajah, hidung, mulut, telinga, dan lain-lain, seperti yang dibahas oleh BBC.

● Hindari minum/makan dari gelas atau peralatan makan yang telah bersentuhan dengan orang lain.

●Jangan memakai perhiasan dan jam tangan saat meliput, karena virus COVID-19 dapat tetap tinggal di banyak jenis permukaan selama waktu yang berbeda-beda.

●Jika Anda menggunakan kacamata, bersihkan secara rutin dengan air hangat dan sabun.

● Hindari penggunaan lensa kontak saat meliput, jika memungkinkan, karena Anda sangat mungkin akan menyentuh mata Anda dan hal itu akan meningkatkan peluang terkena infeksi.

● Pilih baik-baik pakaian yang akan dipakai, gunakan pakaian dengan bahan yang mudah dibersihkan. Semua pakaian harus dicuci dengan air panas dan detergen setiap selesai penugasan.

● Jika memungkinkan, coba dan hindari penggunaan uang tunai saat penugasan, dan pastikan Anda membersihkan semua kartu kredit/debit, dompet, dan/atau tas kecil secara rutin. Hindari memasukkan tangan ke dalam saku sesering mungkin.

● Selalu mencoba untuk mewawancarai orang di luar ruangan. Jika perlu wawancara di dalam ruangan, pilih tempat yang memiliki aliran udara (misalnya jendela terbuka) dan hindari kamar atau ruangan kecil yang tertutup.

● Pertimbangkan moda transportasi ke dan dari tempat peliputan. Hindari penggunaan angkutan umum pada jam sibuk dan pastikan menggunakan gel alkohol pada tangan saat masuk transportasi publik.

● Jika bepergian menggunakan kendaraan pribadi atau kantor, sadari bahwa penumpang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus kepada orang lain di dalam kendaraan, seperti yang disoroti baru-baru ini oleh BBC di India. Tutup selalu jendela mobil untuk memastikan aliran udara yang baik di dalam, dan pertimbangkan untuk memakai penutup wajah atau masker saat berada dalam kendaraan.

● Beristirahatlah sesekali dan perhatikan tingkat kelelahan/energi, karena seseorang yang lelah akan lebih mungkin melakukan kesalahan dalam melakukan langkah higienis. Selain itu, pertimbangkan jarak jauh untuk berkendara sebelum dan setelah bekerja.

● Selalu pastikan tangan Anda dicuci dengan menyeluruh menggunakan air hangat dan sabun sebelum, selama, dan setelah meninggalkan wilayah yang terdampak.

Jika timbul gejala, terutama demam dan sesak napas, pikirkan bagaimana cara mendapatkan perawatan medis. Sebagian besar badan kesehatan pemerintah saat ini merekomendasikan swa-karantina untuk mencegah penularan pada orang lain. Jika Anda berada di wilayah dengan tingkat penularan tinggi, kemungkinan besar Anda akan bertemu dengan pasien-pasien yang terinfeksi COVID-19 di tempat-tempat perawatan yang padat, sehingga peluang Anda untuk terpapar virus akan meningkat.

●Hanya konsumsi daging dan telur yang telah dimasak.

Keselamatan Peralatan

Potensi penyebaran COVID-19 lewat peralatan yang terkontaminasi adalah nyata. Pembersihan dan langkah disinfeksi yang saksama harus dilaksanakan dan dipatuhi setiap saat:

● Gunakan mikrofon ‘fishpole’ dari jarak yang aman daripada mikrofon jepit.

● Penutup mikrofon harus dibersihkan dengan disinfektan dan dicuci di air panas dengan detergen setiap selesai penugasan. Cari panduan/pelatihan tentang bagaimana melepas penutup tersebut dengan aman untuk mencegah potensi kontaminasi silang. Hindari penutup jenis ‘wind muff’ jika memungkinkan, karena lebih sulit dibersihkan.

● Pakai ‘earpiece’ murah jika memungkinkan dan perlakukan seperti barang sekali buang, terutama untuk tamu. Bersihkan dengan lap dan disinfektan sebelum dan setelah dipakai.

● Gunakan lensa panjang untuk membantu menjaga jarak yang aman selama di lokasi.

● Kapan pun memungkinkan, gunakan peralatan yang mudah dibawa dibandingkan yang memakai kabel.

● Ketahui bagaimana akan menyimpan peralatan saat bertugas. Jangan tinggalkan tergeletak begitu saja dan kembalikan semuanya ke tempatnya kembali dan tutup (misalnya sejenis kotak keras dengan penutup samping, yang lebih mudah dilap dan tetap bersih).

● Jika mungkin dan praktis, tutup peralatan dengan plastik/pelindung ketika digunakan. Hal ini akan meminimalisasi daerah permukaan peralatan yang dapat terkontaminasi, dan akan lebih mudah untuk dibersihkan dan dilakukan disinfeksi.

● Bawa baterai cadangan yang sudah terisi penuh dan hindari mengisi baterai apa pun di lokasi, karena ini berarti ada barang tambahan yang dapat terkontaminasi.

Selalu lakukan dekontaminasi semua peralatan dengan menggunakan lap antimikroba seperti Meliseptol, diikuti dengan disinfeksi secara menyeluruh, termasuk (namun tidak terbatas) untuk ponsel, tablet, leads, plugs, earphones, laptop, hard drive, kamera, kartu pers, dan tali kartu identitas (lanyard).

●Pastikan semua peralatan di-dekontaminasi lagi ketika kembali ke kantor, dan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas peralatan tersebut memahami dan diberi pelatihan mengenai kebersihan dan keselamatan peralatan itu. Pastikan peralatan tersebut tidak dilemparkan dan dibiarkan tergeletak begitu saja tanpa dikembalikan pada orang yang bertugas membersihkannya.

● Jika berkendara saat bertugas, pastikan bagian dalam kendaraan dibersihkan secara saksama setiap selesai penugasan oleh tim yang telah dilatih secara benar. Bagian yang perlu diberi perhatian lebih adalah pegangan pintu, kemudi, kaca spion, sandaran kepala, sabuk pengaman, dasbor, dan tuas/tombol/kunci dorong kaca jendela.

Membersihkan Peralatan Listrik

Poin-poin berikut ini memberikan panduan umum mengenai pembersihan peralatan listrik. Selalu pastikan Anda telah membaca panduan pabrik atau produsen sebelum melakukan pembersihan.

● Selalu mencabut/membuka semua sumber daya listrik, alat, dan kabel

● Jauhkan peralatan dari cairan, dan jangan gunakan semprotan aerosol, pemutih, dan amplas, yang hampir pasti akan merusak peralatan.

● Jangan semprotkan apa pun langsung pada alat

● Hanya gunakan kain yang halus, tidak kasar, dan tidak berserat

● Lembapkan kain, tapi JANGAN sampai basah. Tuangkan sedikit sabun pada kain dan gosok-gosok kain dengan tangan Anda.

● Lap peralatan secara saksama beberapa kali

● Jangan biarkan kelembapan masuk ke dalam bukaan (seperti lubang pengisian baterai, lubang earphone, keyboard)

● Keringkan alat dengan kain yang bersih, kering, dan halus

● Produsen-produsen tertentu merekomendasikan lap alkohol isopropil 70% untuk permukaan keras dan tidak berpori.

● Jika akan melakukan disinfeksi peralatan, selalu cek dengan produsen terlebih dahulu, karena disinfektan bisa merusak peralatan.

Panduan yang lebih rinci dapat dilihat di artikel ini.

 

Alat Pelindung Diri (APD) Medis

Pemakaian dan pelepasan alat pelindung diri (APD) (seperti sarung tangan sekali pakai, masker wajah, celemek pelindung/overall/bodysuit, penutup sepatu sekali pakai, dll) harus mengikuti dan mematuhi secara ketat praktik-praktik terbaik urusan keselamatan. Klik di sini untuk mendapatkan panduan umum dari CDC.

Risiko kontaminasi silang tinggi, jadi jangan lengah dalam menjalankan langkah-langkah ini. Jika ada keraguan, cari panduan ahli dan pelatihan sebelum melakukan penugasan.

Harap diingat bahwa di banyak negara, stok APD masih terbatas dan sulit didapat, sehingga penggunaan alat tersebut dapat menciptakan kelangkaan.

● Pastikan semua APD yang digunakan ukurannya pas untuk Anda. PPE yang tidak pas dapat sobek dan/atau membatasi gerak (jika terlalu ketat), dan dapat tersangkut benda seperti pegangan pintu dan sobek (jika terlalu longgar).

● Selalu gunakan merek-merek yang ternama untuk APD medis, perhatikan spesifikasi keamanan minimumnya. Hati-hati dengan alat yang rusak, seperti disoroti oleh Al Jazeera, dan juga produk palsu, seperti yang dilaporkan Interpol. Beberapa merek ternama dan paling disegani dapat dilihat di sini.

● Gunakan sarung tangan pelindung jika bekerja di atau mengunjungi tempat terinfeksi seperti fasilitas perawatan medis. Perlu dicatat bahwa sarung tangan nitril memiliki tingkat perlindungan yang lebih tinggi dibandingkan lateks. Penggunaan dua pasang sarung tangan meningkatkan keselamatan.

● Jika meliput dari tempat-tempat berisiko tinggi seperti fasilitas perawatan medis, APD medis tambahan seperti full-bodysuit dan penutup wajah secara penuh hampir pasti diharuskan.

● Jika menggunakan coveralls seluruh tubuh, pastikan Anda ke kamar kecil dahulu sebelum memakai APD tersebut.

● Tergantung penugasan, Anda mungkin perlu memakai alas kaki sekali buang atau penutup sepatu tahan air, yang keduanya harus dilap/disemprot air begitu keluar dari lokasi terdampak. Jika memakai penutup sepatu tahan air, Anda harus membuangnya secara aman sebelum meninggalkan lokasi.

● Semua pemakaian/pelepasan APD direkomendasikan untuk dilakukan di bawah pengawasan profesional yang terlatih, dengan menyadari bahwa ini juga merupakan momen pemaparan. Video pemakaian dan pelepasan dari CDC ini mungkin berguna, meski tidak dapat menggantikan pelatihan/pengawasan.

● Jangan pakai lagi sarung tangan, bodysuits, celemek, atau penutup sepatu. Semua peralatan yang akan digunakan kembali harus di-dekontaminasi dan dibersihkan. Pastikan semua APD medis yang terkontaminasi dibuang  dengan baik SEBELUM meninggalkan lokasi yang terdampak.

Masker Wajah

Meskipun lebih banyak negara sekarang mewajibkan dan/atau mengimbau masyarakat umum untuk memakai penutup wajah dan/atau masker wajah, seperti dilaporkan oleh Al-Jazeera, tidak ada konsensus saat ini mengenai apakah orang tanpa gejala COVID-19 harus memakainya. CDC merekomendasikan pemakaian masker wajah dari kain—tapi tidak masker medis yang stoknya terbatas—untuk menutupi hidung dan mulut di tempat umum. Namun, WHO menyatakan tidak perlu menutup wajah kecuali diperintahkan oleh otoritas lokal; ada di tempat berisiko tinggi seperti rumah sakit; atau saat merawat orang yang diduga terinfeksi COVID-19.

Jika tidak dipakai secara benar, ada kekhawatiran bahwa masker sebetulnya dapat menjadi sumber infeksi. Sebuah studi baru-baru ini dari Lancet menunjukkan tingkat infeksi virus yang dapat dideteksi yang masih ada di masker medis sampai tujuh hari setelah paparan. Berdasarkan studi ini, mencopot atau menggunakan kembali masker, atau menyentuh wajah ketika memakai masker, dapat berisiko infeksi.

Jika memakai masker, ikuti saran berikut ini:

● Jika diperlukan, masker N95 (atau FFP3) lebih direkomendasikan dibandingkan masker medis yang standar.

● Pastikan masker pas dengan batang hidung dan dagu, untuk meminimalisasi celah. Cukur habis rambut di wajah selalu agar masker terpasang dengan baik.

● Kepatuhan yang ketat terhadap standar keselamatan masker wajah  adalah penting. Hindari menyentuh bagian depan masker, hanya pegang talinya saat melepaskan masker, dan hindari mengepas masker setelah terpasang kecuali sangat diperlukan. Cuci tangan jika sempat menyentuh masker.

● Pemakaian kembali masker berisiko tinggi. Buang selalu masker yang telah dipakai segera dalam kantong tertutup.

● Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air hangat setelah melepaskan masker. Jika tidak memungkinkan, gunakan hand sanitizer berbasis alkohol (lebih tinggi dari 60% etanol atau 70% isopropanol) namun cuci tangan dengan sabun dan air hangat sesegera mungkin.

● Ganti masker dengan makser yang baru, bersih, dan kering begitu terasa basah/lembap.

● Ingat bahwa penggunaan masker hanya salah satu bagian dari perlindungan diri, yang harus diikuti dengan cuci tangan dengan air hangat dan sabun secara rutin, dan hindari sentuhan pada wajah, terutama mata, mulut, telinga, dan hidung.

● Harap diingat bahwa persediaan masker bisa terbatas dan/atau harganya naik, tergantung pada daerahnya.

Keamanan Digital

Perhatikan bahwa rasa permusuhan terhadap jurnalis dapat meningkat di dunia maya terkait pelaporan mengenai wabah COVID-19. Kaji praktik terbaik CPJ mengenai perlindungan diri dari serangan.

● Semakin banyak pemerintah dan perusahaan teknologi yang menggunakan pemantauan (surveillance) sebagai cara melacak penyebaran COVID-19. Salah satunya adalah NSO Group, yang menciptakan Pegasus, perangkat pengintai yang telah digunakan untuk menyasar jurnalis, menurut Citizen Lab. Kelompok-kelompok kebebasan sipil khawatir teknik-teknik pemantauan ini akan digunakan untuk menyasar orang-orang setelah krisis kesehatan ini selesai. Transparency International melacak perkembangan global ini di laman mereka.

● Berhenti sejenak dan pikirkan sebelum membuka tautan tertentu atau mengunduh dokumen-dokumen berisi informasi mengenai COVID-19. Para kriminal memanfaatkan krisis kesehatan dan kepanikan saat ini untuk menyasar individu-individu atau organisasi-organisasi dengan serangan penipuan (phishing) yang canggih yang dapat membuat perangkat perusak (malware) terpasang di gawai Anda, menurut Electronic Frontier Foundation.

● Berhati-hatilah saat mengeklik tautan terkait COVID-19 di media sosial atau di aplikasi-aplikasi pesan, beberapa dapat langsung mengarahkan Anda ke situs-situs yang dapat menginfeksi gawai-gawai Anda dengan perangkat perusak.

● Waspadai aplikasi-aplikasi berbahaya yang dapat menyasar individu dengan perangkat peminta tebusan, seperti COVID-19 Tracker.

● Peta-peta yang menunjukkan informasi yang telah diperbarui mengenai COVID-19 dari sumber-sumber terpercaya, seperti WHO, dilaporkan mengandung perangkat perusak yang dapat digunakan untuk mencuri kata kunci.

● Cermati informasi yang keliru dari pemerintah, seperti yang dilaporkan oleh The Guardian, berikut informasi keliru secara umum, seperti yang telah secara spesifik diperingatkan oleh WHO dan disoroti oleh BBC. Sebuah panduan pemberantas mitos tersedia di laman WHO.

● Waspadai informasi mengenai COVID-19 yang disebarkan dalam percakapan di aplikasi pesan, yang mungkin adalah berita tidak benar atau hoaks.

● Ingat bahwa konten COVID-19 di Facebook sekarang dimoderasi oleh intelijen artifisial (AI) bukannya dicek oleh manusia, yang dapat mengakibatkan konten valid mengenai penyakit tersebut dihapus karena kesalahan.

● Baca mengenai isu-isu terkait konferensi daring dan masalah privasi jadi Anda tahu apa yang dilakukan layanan-layanan tersebut terhadap data Anda, apa yang dapat diakses mereka, dan seberapa aman mereka. Waspadai bahwa dengan semakin banyaknya orang yang bekerja dari rumah, layanan-layanan ini telah disasar oleh para peretas.

● Berhati-hatilah dengan risiko peliputan mengenai dan/atau dari negara-negara yang dikuasai rezim otoriter, yang kemungkinan memantau secara ketat pemberitaan mengenai wabah COVID-19. Beberapa pemerintah mungkin mencoba menutup-nutupi sejauh mana wabah telah menyebar dan/atau menyensor media, seperti yang disoroti oleh CPJ.

Kejahatan & Keamanan Fisik dalam Penugasan

Jurnalis dan pekerja media harus waspada dengan peningkatan sentimen anti-pers dan permusuhan terhadap mereka, termasuk pelecehan verbal dan serangan fisik saat sedang bertugas, seperti yang terjadi baru-baru ini di Amerika Serikat dan Jerman.

Perlu dicatat bahwa di saat situasi ekonomi global terus memburuk, dengan semakin banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan sampai setengah miliar orang berpotensi jatuh dalam kemiskinan, menurut Oxfam, kemungkinan meningkatnya aktivitas kejahatan adalah nyata.

● Jika Anda bertugas ke luar negeri (lihat di bawah ini), lakukan riset mengenai situasi keamanan terbaru di tempat tujuan. Ketidakpuasan dan kerusuhan terkait langkah-langkah karantina wilayah karena COVID-19 meningkat, dengan naiknya jumlah insiden kekerasan dan protes, dan beberapa kematian,  di negara-negara termasuk AS, Brazil, Guinea, Uganda, Nigeria, Tunisia, Chile, Italia, Somalia, Ghana, Rusia, Perancis, dan Niger.

● Banyak wilayah urban yang jauh lebih lengang dibandingkan biasanya dan sumber daya polisi terkuras. Ada risiko para kriminal memanfaatkan situasi ini. Beberapa jurnalis melaporkan bahwa mereka dilecehkan secara verbal dan disasar kriminal, juga diserang, jadi jangan remehkan aspek keselamatan.

● Hati-hati terutama saat meliput di daerah perdesaan. Warga setempat mungkin akan curiga dan/atau marah terhadap ‘pendatang’ karena takut Anda membawa serta COVID-19.

● Waspadalah dengan potensi respons keras dari polisi terkait langkah-langkah karantina wilayah akibat COVID-19, seperti serangan fisik dan penggunaan amunisi langsung, gas air mata, dan peluru karet.

● Jika meliput dari penjara atau rumah tahanan, jurnalis harus waspada terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh protes dan/atau kerusuhan oleh narapidana terkait wabah COVID-19, seperti yang terjadi baru-baru ini di Sierra Leone, Italia, Nigeria, Kolombia, dan India.

● Waspadai potensi peningkatan tingkat kejahatan, mengingat negara-negara seperti Irak, AS, Irlandia, Indonesia, Ethiopia, Palestina, Somaliland, dan Iran telah membebaskan narapidana untuk mengurangi populasi penjara selama wabah COVID-19.

● Perhatikan bahwa pasokan-pasokan dapat mulai berkuran, meningkatkan peluang penjarahan dan perampokan.

● Para jurnalis di negara-negara dengan rezim otoriter harus mewaspadai ancaman penahanan, penangkapan, dan/atau deportasi ketika melaporkan wabah COVID-19, seperti disoroti oleh CPJ.

Penugasan Perjalanan Internasional

Akibat pembatasan perjalanan global, perjalanan internasional saat ini sangat menantang dan semakin jarang. Jika penugasan ke luar negeri dimungkinkan, pertimbangkan hal-hal berikut ini:

● Perhatikan bahwa langkah-langkah karantina wilayah dan/atau jam malam dapat berbeda-beda di daerah-daerah di sebuah negara—seperti terlihat di Inggris, Turki, dan AS—dan dapat berubah dengan sedikit atau tanpa pemberitahuan.

● Identifikasi semua fasilitas perawatan medis di lokasi penugasan. Ingat bahwa para pekerja kesehatan mungkin mogok atau protes dengan sedikit atau tanpa pemberitahuan, seperti terjadi di sejumlah negara termasuk Brazil, India, dan Papua Nugini.

● Akses terhadap APD medis mungkin terbatas dan/atau tidak tersedia.

● Pastikan telah mendapatkan semua vaksinasi terkait dan profilaksis penyakit telah diperbarui untuk daerah tujuan. Pertimbangkan untuk mendapatkan vaksin flu untuk mencegah kebingungan mengenai gejala apa pun yang mungkin timbul.

● Periksa kebijakan asuransi perjalanan Anda, mengingat mendapatkan cakupan untuk perjalanan terkait COVID-19 mungkin mustahil. Ingat bahwa banyak negara telah mengeluarkan rekomendasi dan peringatan dengan tingkat yang berbeda-beda untuk perjalanan internasional.

● Cek status setiap acara yang berencana dihadiri secara rutin, mengingat banyak negara telah melarang semua pertemuan publik, atau pertemuan yang dihadiri sekian banyak orang.

● Cek larangan perjalanan yang ada dan/atau yang akan datang untuk daerah tujuan Anda, yang dapat berubah dalam waktu singkat.

● Pastikan Anda memiliki rencana kontingensi, mengingat pusat-pusat perkotaan, wilayah tertentu, dan/atau seluruh negara dapat memberlakukan karantina wilayah dan karantina dengan sedikit atau tanpa peringatan.

● Banyak batas wilayah darat tetap ditutup di seluruh dunia. Perbatasan-perbatasan yang dibuka kembali dapat ditutup lagi tanpa peringatan, sesuatu yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan kontingensi Anda.

● Jangan lalukan perjalanan jika sakit. Sebagian besar bandara internasional dan regional, juga pusat-pusat transportasi lainnya, telah memberlakukan langkah penyaringan kesehatan yang ketat. Para pelancong hampir pasti akan mendapatkan pengujian dan/atau pemberlakuan karantina/isolasi mandiri wajib saat kedatangan.

● Opsi-opsi perjalanan global masih sangat terbatas akibat pembatalan penerbangan oleh maskapai ke/dari banyak tujuan.

● Anda harus membeli tiket penerbangan yang dapat dikembalikan dananya secara penuh jika penerbangan dibatalkan. COVID-19 menyebabkan tekanan finansial signifikan bagi banyak maskapai, menurut laporan-laporan berita.

● Pertimbangkan pasokan apa yang harus dibawa. Meski insiden memborong barang karena panik (panic buying) kelihatannya telah berkurang, kelangkaan masker wajah, hand sanitizers, sabun, makanan kalengan, dan tisu kamar mandi dapat terjadi lagi dan harus dipertimbangkan. Harap diingat bahwa aksi pemogokan dan/atau kekurangan pekerja akibat infeksi COVID-19 dapat memperburuk situasi di negara tujuan.

● Perlu diketahui bahwa negara-negara dengan pasokan air terbatas, seperti Yordania, mungkin mulai mengalami peningkatan permintaan dan kelangkaan karena langkah-langkah karantina wilayah berlanjut dan suhu mulai meningkat memasuki musim panas.

● Cek status visa terkini untuk daerah tujuan Anda, mengingat banyak negara telah berhenti menerbitkan visa dan menangguhkan visa yang telah diterbitkan.

● Cek apakah negara tujuan Anda mensyaratkan sertifikat medis untuk membuktikan Anda bebas COVID-19. Beberapa contoh dapat dilihat di sini.

● Buat jadwal perjalanan yang fleksibel dan memungkinkan waktu tambahan di bandara-bandara seluruh dunia, mengingat adanya langkah-langkah pemeriksaan kesehatan dan pengecekan temperatur. Hal yang sama berlaku di beberapa stasiun kereta api, pelabuhan/dermaga, dan stasiun bus jarak jauh.

● Ikuti informasi terbaru mengenai perubahan di tempat kedatangan, mengingat beberapa negara hanya mengizinkan warga negara asing untuk masuk dari bandara-bandara dan terminal tertentu.

●Terus memantau sumber-sumber berita lokal mengenai pembatasan pergerakan antar-kota dalam negara yang dikunjungi.

Pasca-Penugasan

● Terus pantau kesehatan Anda untuk melihat gejala apa pun.

● Anda hampir pasti memerlukan isolasi mandiri setelah penugasan berisiko tinggi. Silakan cek saran terkait dari pemerintah mengenai hal ini.

● Pantau perkembangan dan informasi terkini mengenai COVID-19, serta prosedur karantina dan isolasi yang diberlakukan di tempat asal maupun tempat tujuan Anda.

● Tergantung dari tingkat infeksi di negara di mana Anda berada, catat nama/jumlah orang-orang yang pernah ada dalam jarak dekat dengan Anda selama 14 hari setelah Anda kembali. Hal ini akan membantu melacak kemungkinan kontak apabila Anda mulai menunjukkan gejala.

–Jika Anda menunjukkan gejala

  Jika Anda menunjukkan atau memiliki gejala-gejala COVID-19 seringan apa pun, beritahu tim manajemen Anda dan berkoordinasi dengan mereka untuk menggunakan transportasi yang sesuai dari bandara atau tempat lainnya menuju rumah Anda. Jangan terburu-buru naik taksi.

●  Ikuti saran dari WHO, CDC, atau otoritas kesehatan lokal untuk melindungi Anda dan komunitas Anda.

●  Jangan tinggalkan rumah sedikitnya 7 hari sejak gejala muncul. Hal itu akan membantu melindungi orang lain di komunitas Anda saat Anda terinfeksi.

●  Lakukan perencanaan dan minta bantuan dari orang lain. Minta bawahan, teman, dan keluarga untuk mendapatkan pasokan yang dibutuhkan, dan tinggalkan barang-barang tersebut di pintu depan rumah Anda.

●  Jaga jarak setidaknya 2 meter dari orang lain di rumah Anda kapan pun jika dimungkinkan.

●  Jika mungkin, tidurlah seorang diri.

●  Jika Anda berbagi tempat tinggal dengan orang lain, lakukan periode isolasi selama 14 hari. Panduan berguna mengenai hal ini dapat ditemukan di sini. Ada hal-hal khusus yang harus diperhatikan saat menggunakan kamar mandi, toilet, dan fasilitas dapur untuk menghindari kontaminasi silang.

●  Cuci tangan secara rutin dan saksama selama sedikitnya 20 detik, menggunakan sabun dan air hangat.

●  Menjauhlah dari orang-orang yang rentan, seperti orang lanjut usia dan mereka yang memiliki masalah kesehatan, selama mungkin.

●  Anda tidak perlu mengontak otoritas kesehatan lokal di negara Anda untuk melakukan isolasi mandiri, kecuali gejala-gejala yang timbul memburuk selama periode isolasi.

Perlengkapan Keselamatan daring dari CPJ memberikan informasi keselamatan dasar bagi jurnalis dan media mengenai sumber-sumber daya dan peralatan keselamatan fisik, digital, dan psikologis, termasuk mengenai peliputan kerusuhan sipil dan pemilihan umum.